Pada pekan lalu, Alaska Air memperkirakan kerugian yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar US$ 5 hingga US$ 5,50 per saham, dengan alasan biaya bahan bakar tambahan sebesar US$ 1,8 miliar dibandingkan dengan rencana tahunan awalnya.

Perusahaan juga memperkirakan tambahan biaya bahan bakar mencapai US$ 1,8 miliar dibandingkan dengan rencana awal tahunannya.

Alaska Air pun memproyeksikan biaya bahan bakar pada kuartal IV berada di kisaran US$ 4,65 hingga US$ 4,85 per galon. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari asumsi awal perusahaan sebesar US$ 2,50 per galon untuk 2026.