Setelah status lahan ditetapkan, Agrinas berencana membangun kebun inti sekaligus kebun plasma untuk petani.
"Karena nanti menjadi alas hak milik kami, menjadi aset kami, kami akan bangun baik yang menyangkut inti maupun plasmanya," kata Ghani.
Ghani menyebut plasma di areal itu akan memakai model baru. Agrinas menempatkan manajemen sendiri yang melayani petani sehari-hari, dengan pendampingan dari sisi pendanaan, pengelolaan organisasi, keuangan, dan kultur teknis. Skema ini, katanya, ia tiru dari pola yang diterapkan pada tebu di Jawa Timur.
Tolok ukurnya adalah produktivitas. Ghani mengatakan produktivitas dan rendemen TBS petani plasma ditargetkan sama dengan kebun inti Agrinas. Untuk itu, Agrinas akan menugaskan petugas khusus yang membina petani seperti penyuluh pertanian, dengan indikator kinerja yang harus memastikan target tersebut tercapai.
Ghani juga menambahkan, sebagai BUMN, Agrinas bertanggung jawab mendukung program pemerintah seperti B50 dan B60. Ia menargetkan Agrinas dapat menyumbang 600.000 kiloliter biodiesel pada Desember 2027 paling lambat untuk memperkuat B50.
Sekretaris Tim Koordinasi Perencanaan Pengendalian PSN Kementerian PPN/Bappenas, Kurniawan Ariadi, menjelaskan PSN ditetapkan lewat Program Percepatan Penguatan Tata Kelola Ekosistem Agribisnis Kelapa Sawit berdasarkan Perpres Nomor 68 Tahun 2026.