NADIKABAR.COM β Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal menyasar pondok pesantren di Pulau Jawa mulai pekan keempat Oktober 2026 sebagai upaya memperluas jangkauan penerima manfaat.
βPulau Jawa akan mulai dilaksanakan akhir Oktober ini, minggu keempat. Jadi diperkirakan tanggal 25,β kata Zulkifli dalam konferensi pers hasil rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, pondok pesantren dapat menyerahkan data peserta didik secara langsung kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk didaftarkan sebagai penerima manfaat program tersebut.
βTidak ada perantara, tidak ada makelar. Langsung data dari pondok langsung BGN,β ujarnya.
Zulkifli menegaskan, penyaluran MBG dilakukan berdasarkan data penerima manfaat agar pelaksanaan program lebih tertib dan tepat sasaran.
Selain memperluas jangkauan layanan di Pulau Jawa, Zulkifli menyebut pemerintah juga mempercepat aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ia menyebutkan pada tahap pertama, sebanyak 480 SPPG telah diselesaikan di kawasan Indonesia Timur, termasuk di wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.
Selanjutnya, pada tahap kedua yang dimulai 14 Oktober, sebanyak 980 SPPG baru diaktifkan di wilayah 3T di Sumatera, Kalimantan, dan Bali.
Zulkifli mengatakan, pendataan penerima manfaat MBG dilakukan dengan mengacu pada data dari sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Kementerian Kesehatan untuk data balita.
Pendataan berdasarkan nama dan alamat (by name by address) tersebut bertujuan menyelaraskan data penerima manfaat dari berbagai instansi.
Ia mengakui masih ada calon penerima manfaat yang belum memperoleh layanan karena datanya belum masuk ke dalam sistem.
Oleh karena itu, pembaruan data diperlukan agar penyaluran MBG dapat menjangkau seluruh sasaran sesuai dengan data yang telah ditetapkan.