Tim juga menemukan perubahan pada produksi radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS) setelah medan magnet Bumi hampir dihilangkan. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan sensor kuantum berbasis nanodiamond yang memiliki cacat mikroskopis bernama *nitrogen-vacancy center. Teknologi tersebut memungkinkan peneliti mendeteksi perubahan molekul reaktif di sekitar sistem yang diamati.

Pada lalat Pink1, paparan medan magnet sangat lemah meningkatkan kadar radikal bebas dalam kondisi respirasi normal dibandingkan kelompok kontrol. Radikal bebas sering dikaitkan dengan kerusakan sel. Namun, molekul ini juga berfungsi sebagai sinyal biologis, sehingga peningkatannya tidak selalu berarti kerusakan.

Para peneliti menduga perubahan ROS mungkin memicu mekanisme kompensasi yang memengaruhi pengelolaan kualitas mitokondria dan kelangsungan hidup. Penelitian ini memang membuka kemungkinan bahwa medan magnet merupakan salah satu faktor lingkungan yang berinteraksi dengan metabolisme sel. Tetapi bukti tersebut masih berada pada tahap awal.

Penelitian hanya menggunakan lalat buah jantan, sedangkan lalat dengan mutasi Pink1 hanya meniru sebagian karakteristik Parkinson pada manusia, bukan keseluruhan penyakit tersebut. Selain itu, sebagian eksperimen fungsi mitokondria menggunakan jumlah sampel yang relatif kecil.

Para peneliti juga belum menemukan bukti bahwa mengurangi medan magnet Bumi pada manusia dapat memperbaiki penyakit neurodegeneratif.

Justru hasil penelitian memperlihatkan sesuatu yang lebih kompleks, medan magnet yang sangat lemah bisa menghasilkan efek berbeda tergantung kondisi biologis organisme. Pada lalat normal, beberapa efek justru merugikan, sementara pada model Parkinson tertentu terdapat peningkatan masa hidup.

Karena itu, temuan ini belum bisa diterjemahkan menjadi terapi atau metode memperpanjang usia manusia. Yang ditunjukkan penelitian tersebut adalah kemungkinan baru bahwa medan magnet Bumi yang selama ini dianggap sekadar bagian dari lingkungan fisik planet ternyata mungkin berinteraksi dengan mitokondria, metabolisme, dan proses penuaan.

Para ilmuwan masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana mekanisme tersebut bekerja dan apakah fenomena serupa benar-benar terjadi pada organisme yang lebih kompleks, termasuk manusia.