"Kita hitung dulu berapa biaya produksi, biaya distribusi dan sebagainya. Kita hitung, oh ketemunya angka sekian. Kita jadi ketika harga ideal maka peternak tetap jalan, konsumen juga kita lindungi. Dengan harga yang sesuai dengan daya beli masyarakat," jelas Budi.
Pada saat yang sama, Budi juga memastikan ketersediaan beras premium di ritel tetap aman. Beras premium sebelumnya dilaporkan sempat kosong karena dinilai ada kaitannya dengan masalah beras fortifikasi yang sedang diselidiki oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan aparat penegak hukum (APH).
"Kan sekarang sudah ini ya, sudah diisi oleh Bulog itu ya di retail modern saya pikir nggak ada masalah stoknya cukup," tambah Budi.