NADIKABAR.COM — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 1,86 triliun pada 2027. Tambahan anggaran ini sebagian besar digunakan untuk membangun serta revitalisasi 200 unit pasar rakyat yang menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

Budi mengatakan pagu anggaran yang diterima Kementerian Perdagangan pada 2027 sebesar Rp 1.562.478.218.000. Pagu tersebut mengalami penambahan sebesar Rp 428.711.901.000 dibandingkan pagu anggaran indikatif tahun anggaran 2027 sebesar Rp 1.337.766.317.000.

Kendati telah dilakukan optimalisasi, Budi menyebut masih ada sejumlah program yang belum terakomodasi dalam pagu tersebut. Dana tambahan sangat diperlukan untuk memperbesar daya ungkit sektor perdagangan, memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat, mendorong transformasi digital, serta memperluas penetrasi produk lokal di pasar global.

"Sesuai surat Menteri Perdagangan tanggal 27 Agustus 2026, hal permohonan dukungan tambahan alokasi anggaran Kementerian Perdagangan tahun anggaran 2027, usulan tambahan alokasi anggaran sebesar Rp 1.863.148.518.000," ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Usulan tambahan anggaran ini untuk membiayai beberapa program strategis. Pertama, pembangunan dan revitalisasi 200 unit pasar rakyat dengan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun. Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera melalui pembangunan atau revitalisasi 56 pasar rakyat sebesar Rp 344 miliar.

Ketiga, penguatan fasilitasi ekspor, perundingan perdagangan internasional, pengembangan UMKM ekspor, perdagangan antarwilayah, serta kegiatan strategis perdagangan lainnya sebesar Rp 93,6 miliar.

Keempat, penguatan sistem IT dan digitalisasi perdagangan sebesar Rp 134,73 miliar. Kelima, penguatan dukungan perwakilan perdagangan di luar negeri sebesar Rp 90,68 miliar.

"Kami mohon Komisi 6 DPR RI khususnya anggota badan dapat mendukung usulan tambahan dimaksud dalam rangka pencapaian kinerja Kementerian Perdagangan tahun 2027," imbuh ia.