Di balik kemudahan memperoleh dana, pinjaman online memiliki kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi sesuai perjanjian. Jika tidak dikelola dengan baik, pinjaman dapat berkembang menjadi beban keuangan.

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

Peminjam perlu memahami bunga, biaya layanan, administrasi, serta denda keterlambatan sebelum menyetujui pinjaman.

Mengambil pinjaman baru untuk membayar cicilan lama dapat menciptakan siklus utang yang semakin sulit dihentikan.

Cicilan yang terlalu besar dapat mengurangi kemampuan memenuhi kebutuhan pokok dan kewajiban bulanan lainnya.

Keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan biaya tambahan dan memengaruhi catatan kredit sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengguna perlu berhati-hati terhadap aplikasi ilegal yang berpotensi menyalahgunakan informasi pribadi.

Laporan The Straits Times juga menyoroti fenomena debt treadmill, yakni kondisi ketika seseorang terus mengambil pinjaman baru untuk membayar kewajiban sebelumnya. Kemudahan pengajuan dan kurangnya pemahaman mengenai akumulasi bunga serta biaya dapat memperburuk situasi tersebut.

Cara menggunakan pinjol dengan lebih bijak

Pinjaman online tidak selalu harus dihindari, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Sebelum mengajukan pinjaman, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

Periksa status izin dan pengawasan penyedia pinjaman melalui kanal resmi OJK. Jangan mudah percaya pada penawaran yang hanya beredar melalui pesan singkat atau media sosial.

Sesuaikan jumlah cicilan dengan pendapatan setelah dikurangi kebutuhan pokok dan kewajiban lainnya.

Periksa bunga, biaya administrasi, tenor, denda, serta jumlah keseluruhan yang harus dikembalikan.

4. Hindari pinjaman untuk kebutuhan konsumtif

Sebaiknya jangan mengambil utang hanya untuk mengikuti tren, membeli barang yang tidak mendesak, atau memenuhi keinginan sesaat.

5. Jangan menutup utang dengan utang baru

Jika mulai kesulitan membayar, hubungi penyedia layanan untuk mencari informasi mengenai penyelesaian kewajiban sesuai ketentuan.

6. Jangan memberikan data pribadi sembarangan

Hindari mengirimkan kode OTP, PIN, kata sandi, atau informasi sensitif kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.

Dengan demikian, alasan anak muda menggunakan pinjol tidak hanya berkaitan dengan gaya hidup. Kebutuhan mendesak, pengeluaran sehari-hari, kemudahan pengajuan, hingga keterbatasan akses ke layanan keuangan lain turut memengaruhi keputusan tersebut.

Kemudahan memperoleh pinjaman seharusnya tetap diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan. Sebab, dana yang diterima hari ini merupakan kewajiban yang harus dibayar pada masa mendatang.