NADIKABAR.COM — Minuman hangat seperti kopi bisa menjadi pilihan yang dapat membantu memperlancar proses buang air besar (BAB).
“Banyak orang dapat mengonsumsinya dengan baik, dan kopi bisa membantu merangsang pergerakan usus besar melalui kontraksi otot yang mendorong tinja bergerak,” kata Supriya Rao, M.D., dokter spesialis gastroenterologi bersertifikat, sebagaiman dikutip laporan Eatingwell, Rabu (28/10).
Refleks gastrokolik merupakan respons tubuh yang memicu keinginan untuk buang air besar, biasanya setelah makan atau pada pagi hari setelah bangun tidur. Minum kopi dapat membantu memicu refleks ini sehingga mendorong tinja keluar.
Mengingat refleks gastrokolik paling aktif pada pagi hari, waktu tersebut menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati secangkir kopi hangat guna membantu melancarkan buang air besar.
Mengonsumsi kopi bersamaan dengan makanan juga dapat memberikan manfaat lebih besar. Pasalnya, makanan membantu meregangkan lambung sehingga memicu pergerakan sisa pencernaan melalui saluran pencernaan.
Tinja bergerak melalui usus besar berkat gelombang kontraksi otot. Kontraksi yang tidak teratur dapat berkontribusi terhadap sembelit atau kram perut.
“Penelitian menemukan bahwa kopi dapat meningkatkan kontraksi pada usus besar dalam hitungan menit,” kata Edmundo Rodriguez-Frias, M.D., dokter spesialis gastroenterologi bersertifikat.
Efek kopi terhadap kontraksi tersebut 60 persen lebih kuat dibandingkan air putih. Namun, perlu diperhatikan bahwa hasil serupa tidak selalu ditemukan secara konsisten pada kopi tanpa kafein (decaf).
Sejumlah hormon pencernaan diperlukan untuk memecah makanan, dan kopi dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak hormon tersebut.
“Penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kadar gastrin dan kolesistokinin, dua hormon yang terlibat dalam aktivitas pencernaan,” kata Rodriguez-Frias.
Gastrin berperan dalam pergerakan lambung. Hormon ini juga memberi sinyal kepada tubuh untuk memproduksi asam klorida, yang membantu proses pencernaan protein.
Sementara itu, kolesistokinin memicu pankreas untuk melepaskan enzim yang membantu mencerna karbohidrat, lemak, dan protein.
Pelepasan kedua hormon tersebut dapat menjadi salah satu mekanisme lain yang membuat kopi membantu mendukung proses pencernaan yang sehat.
Selain kopi, memperlancar BAB juga bisa dengan meningkatkan asupan serat secara bertahap. Serat menambah volume tinja dan membuat teksturnya lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Namun, sebagian besar orang belum mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup.
“Jika sebelumnya serat hampir tidak ada dalam pola makan, sebaiknya tambahkan secara bertahap,” kata Rodriguez-Frias.
Cara ini dapat mencegah munculnya gas berlebih, perut kembung, bahkan sembelit yang bisa terjadi ketika seseorang beralih dari pola makan rendah serat ke konsumsi serat dalam jumlah besar secara tiba-tiba.
Saat meningkatkan asupan serat, pastikan juga menambah konsumsi cairan. Serat membutuhkan cairan agar dapat bekerja dengan baik. Karena itu, keduanya saling berkaitan dalam menjaga kelancaran buang air besar.
Selain itu, perlu juga untuk tidak mengabaikan keinginan untuk buang air besar agar segera ke toilet. Ketika keinginan untuk buang air besar terus ditahan, tinja dapat menjadi semakin keras dan lebih sulit dikeluarkan.
“Mengabaikan dorongan untuk buang air besar secara berulang dapat berkontribusi terhadap sembelit,” kata Rodriguez-Frias.
Penerjemah: Sri Dewi Larasati