Ia mengatakan kenaikan harga minyak mentah dunia mengerek rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) hingga melebihi angka yang sudah dipatok di APBN, US$70 per barel.

Suahasil mengungkap rata-rata ICP hingga akhir Oktober 2026 telah menembus level US$93 per barel dengan kurs sekitar Rp17.508 per dolar AS.

Kombinasi dari lonjakan harga minyak dan pelemahan kurs tersebut otomatis mengerek beban tagihan yang harus ditanggung pemerintah.

Suahasil menyebut anggaran Rp500 triliun tersebut kini menjadi patokan pemerintah untuk melunasi tagihan subsidi maupun kompensasi bulanan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).