Pernyataan tersebut muncul ketika isu shadowban ramai diperbincangkan di internet. Sejumlah pengguna media sosial mengeluhkan penurunan jangkauan konten yang membahas karhutla, sehingga memunculkan dugaan bahwa unggahan mereka tidak lagi menjangkau audiens seperti biasanya.

Salah satu keluhan datang dari kreator konten Tasya Farasya. Ia mengungkapkan jumlah penonton Instagram Stories miliknya yang biasanya mencapai sekitar satu juta turun menjadi sekitar 85.000 setelah mengunggah konten mengenai karhutla. Namun, penurunan jumlah penonton tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya shadowban.

Shadowban merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika visibilitas atau jangkauan konten maupun akun di media sosial diduga dibatasi tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pengguna.

Akun masih dapat mengunggah konten, tetapi distribusinya bisa berkurang, misalnya tidak banyak muncul di rekomendasi atau sulit menjangkau pengguna baru.

Meski demikian, penurunan jumlah penonton tidak selalu berarti sebuah akun terkena shadowban. Distribusi konten juga dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk sistem rekomendasi, tingkat interaksi audiens, dan kelayakan konten untuk ditampilkan kepada pengguna lain.