Layanan tersebut disediakan untuk mendukung proses penerbitan rekomendasi impor oleh Kemenperin, sekaligus memberikan dukungan teknis bagi industri yang membutuhkan bahan baku sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di samping itu, BBKFK juga berperan dalam mendukung pengembangan industri obat bahan alam melalui penyediaan fasilitas produksi yang dikenal sebagai House of Wellness (HOW).

Fasilitas yang telah diresmikan sejak tahun 2024 tersebut menyediakan layanan penyewaan sarana produksi obat bahan alam yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri obat bahan alam sekaligus mendukung upaya peningkatan kemandirian industri farmasi nasional.

Siti menjelaskan bahwa fasilitas HOW BBKFK telah menjalani proses asesmen dalam rangka memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB). Saat ini, fasilitas tersebut masih menunggu keputusan sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Sertifikasi CPOBAB menjadi salah satu persyaratan penting dalam pemenuhan ketentuan produksi obat bahan alam. Setelah sertifikasi diperoleh dan seluruh persyaratan perizinan terpenuhi, fasilitas HOW BBKFK diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal oleh pelaku industri," tutup Siti.