Pada kesempatan itu, Sarmuji juga menanggapi survei Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang menunjukkan penurunan minat investasi dari 34% menjadi 32% pada kuartal III-2026.

Ia membandingkan hasil survei tersebut dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang justru meningkat pada Oktober 2026. Menurutnya, perbedaan hasil tersebut bisa dipengaruhi periode pelaksanaan survei.

Sarmuji menilai hasil survei dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan langkah untuk memperbaiki kondisi industri dan investasi. Sarmuji menyebut data tersebut bukan menjadi hal yang perlu dikhawatirkan.

"Ya buat kita itu, survei-survei seperti itu sebenarnya adalah cermin. Supaya kita punya basis untuk bertindak. Tapi kita tidak usah terlalu sangat khawatir, karena namanya cermin itu tujuannya bukan untuk kita takut melangkah, tetapi kita punya antisipasi apa saja yang diperlukan supaya kita melangkah lebih maju lagi," tutup Sarmuji.