NADIKABAR.COM β Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyatakan pihaknya tengah menyusun peta jalan industri perkapalan nasional untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan kontribusi industri tersebut terhadap perekonomian Indonesia.
Penyusunan peta jalan itu diharapkan menjadi dasar perumusan arah pengembangan industri perkapalan dengan target yang terukur, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan industri nasional ke depan.
βSejalan dengan dinamika industri dan kebutuhan armada nasional, Kementerian Perindustrian saat ini sedang menyiapkan Peta Jalan Industri Perkapalan Nasional,β kata Sarmuji pada pengukuhan pengurus Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) masa bakti 2026-2030 di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan, pengembangan industri perkapalan nasional tidak hanya mencakup peningkatan kapasitas galangan kapal, tetapi juga penguatan sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.
Pada periode 2026-2030 pemerintah mengarahkan pengembangan industri perkapalan pada peningkatan kapasitas galangan kapal, khususnya di luar Pulau Jawa dan Batam, agar mampu membangun kapal hingga 30.000 deadweight tonnage (DWT).
Selain itu, kapasitas pembangunan kapal tanker ditargetkan mencapai 60.000 DWT dan kapal penumpang hingga 2.000 orang, termasuk pengembangan kapal khusus untuk sektor minyak dan gas (migas) serta pertahanan.
Pemerintah juga mendorong penerapan teknologi liquefied natural gas (LNG), liquefied petroleum gas (LPG), dan elektrifikasi untuk mendukung pengembangan industri perkapalan yang ramah lingkungan. Adapun tingkat komponen dalam negeri (TKDN) ditargetkan meningkat hingga 40 persen.