Amran juga menyoroti persoalan yang dihadapi peternak ketika harga di tingkat produsen turun, tetapi harga yang dibayar konsumen masih tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pembenahan tata niaga dan pengawasan rantai pasok agar petani, peternak, dan konsumen tidak dirugikan.

"Ada anomali, beri kesempatan saya menyelesaikan persoalan ini. Saya pertaruhkan jabatan saya untuk peternak," ungkapnya.

Amran menilai persoalan peternakan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan parsial. Pemerintah perlu membangun sistem yang menghubungkan produksi bahan baku pakan, kebutuhan peternak, dan penyerapan hasil secara lebih terkoordinasi.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak akan berkompromi terhadap praktik yang terbukti mempermainkan nasib peternak. Pengawasan akan dilakukan bersama Satgas Pangan dan instansi terkait sesuai kewenangannya.

"Kami tidak akan membiarkan itu. Kami dengan Satgas (Pangan) pasti tindak tegas. Kita tindak tegas, tidak akan kompromi," tegasnya.

Selain memperkuat produksi jagung, Amran meminta agar kebijakan pengadaan bahan baku lain, termasuk kedelai untuk kebutuhan peternakan, tidak membebani peternak.

Ia menekankan kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan dan mendukung masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.