NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 8 pejabat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog buntut temuan praktik oplos beras SPHP dengan beras tanpa merek. Amran mengatakan penindakan ini sebagai bentuk tanggung jawab bagi 8 pejabat tersebut.

Adapun pejabat yang dicopot dari Bapanas berjumlah 2 orang. Sementara 6 orang lainnya yang dicopot merupakan pejabat Perum Bulog dari Wilayah DKI Jakarta.

"Kita putuskan yang pertama hari ini, kita putuskan Bulog dengan Bapanas, ada 10 orang (terkena penindakan). Dapat Surat Peringatan ada 2, 8 lainnya kita copot. Dan itu ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan nanti. Jadi, kalau ada bersalah, itu akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Rabu (29/10/2026).

Amran menyebut peran dari 8 pejabat tersebut masih di dalami. Yang dia pastikan hanya modus repackaging dilakukan mitra Bulog dari beras SPHP dengan beras tanpa merek menjadi beras premium.