NADIKABAR.COM — Di tengah ketegangan geopolitik dunia yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan memicu krisis pangan, Indonesia masih memiliki kekuatan produksi pangan dalam negeri dan cadangan beras yang kuat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, kondisi itu merupakan hasil kerja keras petani yang diperkuat kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat produksi dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Menurutnya, kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan sendiri menjadi sangat penting di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

"Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman. Kita punya produksi dalam negeri, punya cadangan, dan terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ini yang harus kita jaga," ujar Amran.

Kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan krisis kini menjadi perhatian banyak negara. Sedikitnya 33 negara mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk memiliki persediaan kebutuhan dasar di rumah, termasuk makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat.

Sejumlah negara seperti Inggris dan Jepang merekomendasikan stok kebutuhan rumah tangga untuk minimal 72 jam sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan gangguan.