Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku terdapat kenaikan harga beras, namun sangat kecil. Meski tentu hal ini akan tetap diperhatikan pemerintah mengingat kenaikan harga dapat mempengaruhi pengeluaran rumah tangga.

"Ada juga sedikit tadi kenaikan harga beras karena kita musim paceklik, kemarau. Ada naik, ada Rp 100 perak, ada yang Rp 100 sekian. Tapi buat emak-emak itu memberatkan," paparnya.

Guna meredam kenaikan harga beras, pemerintah berencana untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kg per bulan untuk periode Oktober, November, dan Desember yang diberikan sekaligus (total 30 kg). Zulhas mengatakan bantuan pangan ini menyasar 33,2 juta keluarga dari desil 1 hingga desil 4 di seluruh Indonesia. Dengan begitu volume beras yang disalurkan bisa mencapai sekitar 1 juta ton.