"Kita tidak boleh bergantung pada negara lain untuk urusan pangan. Bayangkan kalau terjadi konflik besar, jalur perdagangan terganggu, negara-negara menahan ekspornya, sementara kita masih bergantung pada impor. Risikonya sangat besar. Karena itu, swasembada adalah kekuatan dan perlindungan bagi bangsa," ucapnya.
Untuk mempertahankan kemampuan produksi tersebut, Kementerian Pertanian terus menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari optimalisasi lahan, pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, hingga peningkatan produktivitas pertanian.
Pemerintah juga melakukan langkah antisipasi terhadap perubahan iklim dan potensi kekeringan agar produksi pangan tetap terjaga.Amran menekankan bahwa kondisi pangan nasional yang relatif aman saat ini harus disyukuri sekaligus dijaga melalui upaya berkelanjutan.
Pemerintah akan terus memperkuat produksi dalam negeri, memastikan ketersediaan cadangan pangan, serta melindungi petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.
"Alhamdulillah, kita patut bersyukur pangan Indonesia aman. Tapi kita tidak boleh berpuas diri. Produksi harus terus ditingkatkan, cadangan diperkuat, dan petani dilindungi. Ada keringat petani dan ada negara yang hadir," pungkasnya.