NADIKABAR.COM — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong penguatan tata kelola laut global melalui kerja sama internasional dan pengembangan ekonomi biru.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri The 7th Symposium on Global Maritime Cooperation and Ocean Governance di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok yang berlangsung pada 6-8 November 2026. Forum tersebut membahas penguatan tata kelola laut global, implementasi United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, ekonomi biru, serta pelaksanaan Perjanjian Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ).
Dalam forum tersebut, Trenggono menyampaikan pidato kunci di hadapan hampir 400 perwakilan dari lebih dari 30 negara dan wilayah. Peserta yang hadir terdiri atas para menteri, pejabat pemerintah, diplomat, akademisi, serta pakar maritim dunia. Hadirnya forum ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menegaskan pentingnya laut sebagai ruang kerja sama, dialog, dan kemakmuran bersama.
"The sea connects more than it divides. Laut menghubungkan lebih banyak daripada memisahkan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia percaya bahwa kerja sama internasional merupakan kunci untuk menjawab berbagai tantangan kelautan global," ujar Trenggono dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).