Selain itu, pengelolaan sampah nasional juga menjadi fokus utama, di mana data 2026 mencatat ada sekitar 51 juta ton sampah per tahun dengan baru 26% di antaranya yang terkelola.

Jumhur menilai seluruh kebutuhan dan proses pemulihan ekosistem ini jangan lagi dipandang semata-mata sebagai beban biaya (cost) saat berusaha, melainkan harus ditransformasikan menjadi investasi, inovasi, pasar baru, dan lapangan kerja baru (green jobs).

"Semua kebutuhan pemulihan itu akan menciptakan permintaan terhadap bibit dan nursery, teknologi monitoring, pengolahan air dan limbah, recycling industry, ecological engineering, jasa reklamasi, pemulihan DAS, hingga pembiayaan restorasi," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur juga mengajak para pelaku industri dan para pengusaha, terutama para penerima penghargaan dalam acara Anugerah Ekonomi Hijau 2026, untuk berani melangkah lebih maju dari sekadar kepatuhan regulasi (compliance).