Isu shadowban menjadi perhatian di tengah perbincangan mengenai distribusi informasi di media sosial, termasuk konten terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, penurunan jangkauan sebuah unggahan tidak serta-merta membuktikan adanya shadowban atau pembatasan yang dilakukan secara sengaja.

Marroli menjelaskan bahwa algoritma platform berperan dalam menentukan konten yang direkomendasikan kepada pengguna. Sistem tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, seperti aktivitas, minat, dan interaksi pengguna.

"Jadi apa yang muncul di media sosial itu tentu tidak menjadi gambaran utuh di dalam realitas sosial. Karena ada sistem probabilitas yang kemudian di platform ya, yang memilih dan merekomendasikan apa konten yang berdasarkan aktivitas, minat ataupun interaksi," jelasnya.

Menurut Marroli, masyarakat berhak mengetahui bagaimana algoritma memengaruhi informasi yang mereka terima. Transparansi diperlukan agar pengguna memahami bagaimana konten direkomendasikan dan bagaimana proses moderasi dijalankan.