NADIKABAR.COM — akhir ini pengguna internet, khususnya media sosial (medsos) tak sedikit yang mengeluhkan konten maupun postingannya mengalami penurunan jangkauan ketika menyuarakan isu-isu aktual, salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Merespon hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyarankan pengguna untuk lakukan banding ke platform digital.
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Marroli J. Indarto, mengatakan pengguna bisa menyampaikan keberatan ketika merasa konten kritik atau pendapatnya tidak menjangkau audiens sebagaimana yang diharapkan.
"Jika masyarakat merasa konten kritik atau pendapatnya misalkan agak melambat gitu ya, seolah-olah ada shadowban, misalkan daya canggungnya tidak banyak masuk ke followers-nya dan sebagainya. Mereka sebenarnya dapat menggunakan mekanisme pengaduan dan banding yang disediakan oleh platform," ujar Marruli di acara Ngopi Komdigi, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Marroli menjelaskan bahwa sistem rekomendasi dan moderasi konten dikelola oleh masing-masing platform. Karena itu, pengguna yang merasa dirugikan dapat memanfaatkan mekanisme yang tersedia untuk meminta penjelasan atau mengajukan keberatan.
"Karena sekali lagi sistem rekomendasi dan moderasi tersebut dikelola oleh platform," ucapnya.