"Masa itu akhirnya tiba. Ini adalah tonggak sejarah besar dalam perjalanan panjang integrasi AI di dunia medis," ujar Suleyman, seperti dikutip NadiKabar dari The Verge, Senin (26/10/2026).
Meski begitu, Microsoft menyadari bahwa pengujian pada data historis berbeda dengan dinamika nyata di lapangan. Oleh karena itu, Head of Health AI Microsoft, Dr. Dominic King, mengonfirmasi bahwa perusahaan bakal segera menguji sistem ini secara langsung di lingkungan klinis rumah sakit Beth Israel Deaconess Medical Center dalam beberapa bulan ke depan.
Suleyman menegaskan bahwa kehadiran AI diproyeksikan untuk mengubah lanskap pelayanan kesehatan menjadi lebih baik, bukan untuk menggantikan posisi tenaga medis.
AI akan mengambil alih tugas-tugas analisis rumit yang menjenuhkan, sehingga dokter manusia dapat memfokuskan lebih banyak waktu berkualitas untuk merawat pasien secara langsung.