Selain kompetisi, IFRC 2026 menghadirkan program Safety Goes to School pada 23 Oktober 2026 yang akan menjangkau sekitar 1.000 pelajar dari 10 sekolah di Timika. Program ini bertujuan memperkenalkan budaya keselamatan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta profesi penyelamat kepada generasi muda.

Periyadi menjelaskan salah satu tantangan penyelenggaraan IFRC 2026 adalah kondisi kabut asap yang memengaruhi wilayah Timika. Panitia terus mengantisipasi perkembangan situasi untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan aman.

Perwakilan Pertapindo sekaligus Koordinator Juri IFRC 2026 Wiyono Winarno mengatakan, IFRC merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme personel tanggap darurat di sektor pertambangan dan energi Indonesia.

IFRC bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah evaluasi, pembelajaran, dan pertukaran praktik terbaik untuk meningkatkan profesionalisme tim penyelamat serta memperkuat kesiapsiagaan tanggap darurat di Indonesia.

"Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia atas dukungan sebagai tuan rumah yang memberikan ruang bagi komunitas tanggap darurat untuk bertemu, berbagi pengalaman, mengembangkan jejaring profesional, dan memperkuat komitmen bersama terhadap keselamatan.," kata Wiyono.