NADIKABAR.COM — Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia akan mengikuti ajang 8th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026 di Timika, Papua Tengah, pada 25-30 Oktober 2026.

Kompetisi yang diselenggarakan Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai tuan rumah ini menjadi ajang untuk menguji keterampilan personel penyelamat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

Kepala Teknik Tambang PTFI Carl Tauran mengatakan, kepercayaan menjadi tuan rumah IFRC 2026 merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam keselamatan kerja serta penanganan keadaan darurat dengan peserta dari perusahaan lain.

"Keselamatan merupakan fondasi utama dalam setiap aspek operasi PTFI. Bagi kami, keberhasilan operasional adalah ketika seluruh pekerja dapat kembali ke rumah dengan sehat dan selamat," kata Carl dalam konferensi pers IFRC 2026 di Timika, Rabu (21/10).

Ia menjelaskan, PTFI menerapkan nilai-nilai perusahaan, yaitu Safety, Integrity, Commitment, Excellence dan Respect (SINCERE) yang menempatkan keselamatan (Safety) sebagai prioritas utama.

Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan sekitar 2.400 prosedur operasional standar, pelatihan keselamatan secara berkala, serta kampanye Safety Starts with Me untuk membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.

PTFI melalui tim Emergency Preparedness & Response (EP&R) juga terlibat dalam penanganan berbagai bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

"Dengan dilandasi semangat 'Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia' kami terus meningkatkan standar keselamatan, mengembangkan kompetensi tenaga tanggap darurat, serta berbagi praktik terbaik demi kemajuan industri pertambangan dan energi nasional," kata Carl.

Komitmen tanggap darurat PTFI juga diwujudkan melalui keterlibatan tim EP&R dalam penanganan berbagai bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Ketua Panitia IFRC 2026 Periyadi mengatakan rangkaian IFRC 2026 di fasilitas PTFI antara lain Kuala Kencana, Danau Mile Post 28, dan Mimika Sport Complex.

Kompetisi tahun ini mempertandingkan delapan kategori keterampilan tanggap darurat, di antaranya penanganan kebakaran, penyelamatan korban kecelakaan kendaraan, evakuasi di ruang terbatas dan ketinggian, hingga penyelamatan bawah air.

Selain kompetisi, IFRC 2026 menghadirkan program Safety Goes to School pada 23 Oktober 2026 yang akan menjangkau sekitar 1.000 pelajar dari 10 sekolah di Timika. Program ini bertujuan memperkenalkan budaya keselamatan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta profesi penyelamat kepada generasi muda.

Periyadi menjelaskan salah satu tantangan penyelenggaraan IFRC 2026 adalah kondisi kabut asap yang memengaruhi wilayah Timika. Panitia terus mengantisipasi perkembangan situasi untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan aman.

Perwakilan Pertapindo sekaligus Koordinator Juri IFRC 2026 Wiyono Winarno mengatakan, IFRC merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme personel tanggap darurat di sektor pertambangan dan energi Indonesia.

IFRC bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah evaluasi, pembelajaran, dan pertukaran praktik terbaik untuk meningkatkan profesionalisme tim penyelamat serta memperkuat kesiapsiagaan tanggap darurat di Indonesia.

"Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia atas dukungan sebagai tuan rumah yang memberikan ruang bagi komunitas tanggap darurat untuk bertemu, berbagi pengalaman, mengembangkan jejaring profesional, dan memperkuat komitmen bersama terhadap keselamatan.," kata Wiyono.