Bersamaan dengan rencana investasi tersebut, DPUM menargetkan EBITDA dapat meningkat rata-rata 7,75% per tahun sepanjang 2027-2030.
Pergantian pengendali terjadi saat kinerja DPUM masih menghadapi tekanan. Pada semester I-2026, pendapatan perseroan tercatat Rp407,53 miliar, turun 29,47% dibandingkan Rp577,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
DPUM juga membukukan kerugian Rp30,98 miliar setelah kegiatan usaha perseroan terdampak kebakaran.
Dengan kondisi neraca yang masih tertekan, realisasi rencana pemulihan DPUM akan berkaitan dengan dukungan pengendali baru, penggunaan capex Rp100 miliar, serta penyelesaian klaim yang proses write-off-nya masih belum final.
KLBF - Buy 755-765 | TP 780-790 | SL 720
ERAL - Buy 324-328 | TP 332-336 | SL 308
MAPI - Buy 1370-1380 | TP 1400-1420 | SL 1300
PGEO - Buy 1040-1055 | TP 1070-1080 | SL 1000
CMRY - Buy 4520-4540 | TP 4600-4640 | SL 4370
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.