Operasi ini dilakukan oleh BMKG bersama Kementerian Kehutanan, BNPB (Badan Nasional Penanggulanan Bencana) dan TNI sesuai arahan Presiden Prabowo serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiyono.
Lebih lanjut, BMKG mendapat tugas dari Panglima TNI, KASAD, dan Kepala BNPB untuk memetakan wilayah berpotensi terbakar dalam satu pekan ke depan hingga tingkat kecamatan.
Faisal mengatakan data per minggu hingga akhir November sudah disiapkan, dengan klasifikasi risiko sangat tinggi hingga tinggi.
Meski demikian, Faisal tidak mengungkap berapa luas lahan yang terbakar akibat kebakaran. Ia mengatakan data tersebut akan diungkap oleh BNPB.
"Untuk luasannya, nanti silakan dikonfirmasi kepada Kepala BNPB agar informasinya satu pintu. Terkait luasan, memang ada sedikit perbedaan data. Tim teknis biasanya duduk bersama untuk memastikan dan mengklarifikasi secara terperinci berapa luas lahan yang sudah terbakar sejauh ini," tutup Faisal.