NADIKABAR.COM — Pemerintah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam beberapa situasi, seperti kekeringan panjang atau sebaliknya ketika curah hujan terlalu tinggi. Simak penjelasan bagaimana sistem mitigasi bencana ini dilakukan.
Cuaca panas dan kekeringan berkepanjangan pada musim kemarau tahun ini semakin diperparah dengan kombinasi fenomena iklim El Nino dan IOD. Beberapa wilayah di Indonesia bahkan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sulit dipadamkan.
Modifikasi cuaca lantas dilakukan sebagai upaya pemadaman kebakaran hutan, menekan polusi dan penyebaran asap, dan menstabilkan suhu udara.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklaim modifikasi cuaca yang dilakukan sejauh ini cukup membuahkan hasil.
"Saya kira banyak berita bahwa terjadi hujan di Sumatra Selatan, di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dengan sangat intensif setelah dilakukannya OMC dengan menggabungkan antara dry ice dan NaCl gitu ya," jelas Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).