OMC dry ice bertujuan untuk mengurangi kepekatan asap akibat kebakaran hutan dengan membongkar lapisan inversi atau kondisi udara panas di atmosfer yang membuat asap terperangkap di bawah ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki.
Dry ice akan mendinginkan lapisan inversi yang akan melancarkan perputaran udara dan menaikkan asap, mengurangi kepekatannya.
Ketika asap menipis, cahaya matahari bisa masuk dan memicu penguapan air, sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Setelah lapisan inversi terbuka, BMKG kemudian kembali melakukan modifikasi cuaca menggunakan material NaCl untuk mempercepat proses pembentukan awan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan di titik tersebut.
"Dalam beberapa hari pelaksanaan, intervensi dry ice menunjukkan indikasi dampak yang cukup baik. Jarak pandang di wilayah terdampak berangsur membaik, seperti yang sempat terjadi di Palembang beberapa hari lalu," ujar Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Tri Handoko Seto, dikutip dari laman BMKG (20/10).