Modifikasi cuaca dilakukan melalui teknik cloud seeding yang dilakukan dengan penyemaian bahan natrium klorida (NaCl) atau garam yang dinilai mampu membantu proses penggabungan uap dan butiran air sehingga pembentukan hujan bisa dipercepat pada kondisi awan tertentu.

Proses OMC disebut tidak bisa dilakukan sembarangan, karena diperlukan pemantauan berbasis ilmiah terlebih dahulu untuk menentukan titik penyemaian.

BMKG mengatakan pihaknya menggunakan pengukuran radiosonde untuk mengetahui profil suhu, tekanan udara di atmosfer, serta mengidentifikasi posisi lapisan inversi.

"Kita melakukan uji radiosonde naik ke atas, untuk mengetahui berapa suhu dan tekanan udara, profilling di atas, sehingga kita tahu persisi di bagian mana lapisan inversinya. Lalu, penyemaian kita lakukan pada titik tersebut," ungkap Faisal.

BMKG mengatakan asap akibat kebakaran hutan yang terjadi saat ini menutupi cahaya matahari, sehingga mengganggu proses pembentukan awan hujan. Untuk itu, modifikasi cuaca yang diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia saat ini adalah kombinasi penyemaian dry ice dan NaCl.