"Sekarang sudah mulai inserter. Inserter itu dimasukkan ke dalam bagian tubuh tertentu. Modusnya makin beragam. Beberapa bulan yang lalu inserternya dalam bentuk emas padat. Belakangan sudah bergeser emas padat itu dari serbuk," bebernya.
Priyono menyebut sebelumnya, petugas pernah mendapati modus penyelundupan emas dalam bentuk cair. "Pernah kita lakukan penindakan dalam bentuk cair, diberitakan sebagai chloroauric acid. Nanti dikasih cair tertentu. Cairan itu menjadi emas. Ini tantangan kita. Tantangan kita itu modusnya makin beragam. Caranya makin beragam. Dan ini tersebar makin luas. Tidak hanya di pelabuhan utama tadi," tambahnya.
Dalam menghadapi jaringan ini, DJBC sangat mengharapkan sinergi serta kolaborasi kuat dari berbagai pihak terkait, mulai dari otoritas bandara, aparat kepolisian di kawasan bandara, hingga pengamanan di perbatasan darat dan laut yang menjadi titik rawan tersendiri.