"Yang mungkin juga tidak hanya bandara. Bahwa kita juga punya namanya perbatasan-perbatasan darat. Kita juga namanya punya perbatasan laut. Itu jadi tantangan sendiri. Kami juga terima kasih sudah kolaborasi dengan baik," imbuh ia.

Sementara itu, Kepala KPU Bea Cukai Tipe C Soekarno Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang menambahkan rata-rata emas tersebut dipakai pelaku seolah menjadi perhiasan, seperti gelang dan kalung. Namun, biasanya bentuknya setengah jadi atau belum memiliki bentuk akhir dengan penyelesaian akhir.

"Rata-rata yang dipakai adalah seakan-akan perhiasaan. Ada yang dibawa sebagai gelang, dipakai di kaki, di leher, ada juga di perut," tuturnya.