Jika revisi kuota tidak disetujui, Moody's memperkirakan EBITDA Bayan turun menjadi sekitar US$ 700 juta pada 2026 dari sekitar US$ 1,1 miliar pada 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh volume penjualan yang lebih rendah.

Jika produksi tetap berada di sekitar 39 juta MT pada 2027, EBITDA diperkirakan kembali turun menjadi sekitar US$ 400 juta-US$ 500 juta. Perkiraan tersebut menggunakan asumsi harga jual rata-rata US$ 48/MT, lebih rendah dari harga jual yang diperkirakan pada 2026.

Dalam skenario ini, pendapatan akan tetap jauh di bawah ekspektasi Moody's sebelumnya, yakni sekitar US$ 1 miliar per tahun, yang mengasumsikan pertumbuhan produksi berkelanjutan menuju kapasitas produksi perusahaan sebesar 80 juta MT.