Dalam konsep besar dari placemaking sendiri, pengembangan kawasan mengacu pada karakter dan demografi dari kawasan tersebut sehingga setiap tempat punya 'soul' atau jiwa. Hal ini yang menjadi identitas sekaligus keunikan dari tempat-tempat tersebut.

Samuel menjelaskan, salah satu kunci untuk mengembangkan kawasan dengan konsep ini ialah melalui activity generation partnership, mendorong aktivtas dengan melibatkan komunitas di kawasan tersebut. Konsep ini mengakomodasi masyarakat yang ingin berkumpul dan beraktivitas.

Seperti halnya di Blok M, yang memiliki beragam aktivitas komunitas di dalamnya. Blok M saat ini terus berkembang, tidak hanya sebagai tempat berkumpul dan beraktivtas, tetapi juga menjadi pusat kuliner dan lifestyle.

Di Blok M, identitas kawasan dibangun sebagai urban youth hub untuk anak muda, sekaligus membawa unsur nostalgia bagi generasi terdahulu. Sementara di Kota Tua, lanjut Samuel, elemen Glodok, Pecinan, dan heritage tetap dipertahankan.

Selain itu, di beberapa area di kawasan tersebut juga akan dikombinasikan dengan unsur yang lebih modern atau futuristik, mengingat kawasan Glodok juga dulunya dikenal dengan pusat elektronik. Heritage dan modern merupakan dua sisi yang berlawanan, tetapi akan dikombinasikan di dalam kawasan tersebut.