"Terkait komunitas apa, misalnya tadi di Kota Tua nanti akan banyak heritage, movie, dan seni. Mungkin komunitas pertama yang akan ditargetkan pertama untuk dirangkul. Misalkan komunitas yang suka ngelukis, art performer. Jadi setelah placemaking ditentukan temanya, komunitas sekitar dirangkul, nanti berikutnya baru komunitas yang sesuai tema itu akan dirangkul juga dari luar," ujar Samuel.

Pengembangan placemaking tersebut nantinya akan berjalan seiring dengan pembangunan MRT menuju Kota Tua. Samuel belum merincikan kapan revitalisasi kawasan akan dimulai, mengingat saat ini pembangunan masih berfokus pada penyelesaian Stasiun Thamrin dan Monas yang ditargetkan beroperasi pada Desember 2027.

Revitalisasi kawasan Kota Tua kemungkinan akan dilakukan setelah jalur MRT Jakarta tersambung hingga kawasan tersebut. Adapun dalam rencana besarnya, jalur MRT North-South ditargetkan tembus ke Kota Tua pada 2029 mendatang.

"(Mulai revitalisasi kawasan) Kota itu akan seiring sejalan dengan target kami 2029, kota sudah dibuka. Nah sebetulnya setelah Extended Concourse, tahun depan, di Desember itu mungkin palcemaking terdekat ada di Thamrin sama di Monas. Karena stasiun Thamrin dan Monas itu target beroperasinya di bulan Desember," katanya.