Selain itu, BMKG memprediksi terbentuknya sirkulasi siklonik di Laut Andaman dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat Daya.
Kedua sistem tersebut berpotensi memengaruhi pola angin regional serta membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Dengan kondisi tersebut, hujan signifikan dalam skala harian masih mungkin terjadi meskipun akumulasi curah hujan selama 10 hari diperkirakan relatif rendah hingga menengah.
Di tengah peluang peningkatan hujan, BMKG juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi kering yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Selama 10 hari terakhir, sebanyak 4.098 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terpantau di Kalimantan.
Selain itu, terdapat 879 titik panas di Papua Selatan dan 784 titik di Sumatera Selatan.
Asap juga masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG menegaskan keberadaan titik panas tidak selalu menunjukkan terjadinya kebakaran. Namun, peningkatan jumlahnya perlu diwaspadai untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan.