NADIKABAR.COM — Bulan lalu, China menunda peluncuran misi robotik ambisiusnya ke kutub selatan Bulan, Chang'e 7, hingga awal tahun depan. Mereka tidak memberikan penjelasan rinci mengenai penundaan jadwal tersebut, tetapi hal itu disambut baik oleh Administrator NASA, Jared Isaacman.

"Mereka menargetkan lokasi yang sama persis di kutub selatan Bulan," kata Isaacman dalam konferensi Off World di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (24/9), dikutip dari Ars Technica.

"Kita mungkin telah terhindar dari bencana dengan misi Chang'e 7 beberapa minggu yang lalu karena misi itu seharusnya menuju kawah Shackleton," imbuhnya.

Sebagian besar permukaan Bulan cukup tandus, tetapi kutub selatan, dan Kawah Shackleton khususnya, menawarkan beberapa lahan paling berharga di sana.

Hal itu karena tepian kawah yang tinggi menciptakan daerah yang selalu berada dalam bayangan yang dikenal sebagai 'perangkap dingin', yang dipercaya mengandung air dalam bentuk es, dan bahan-bahan bermanfaat lainnya yang telah terakumulasi selama miliaran tahun.

Dalam semua rencana NASA dan China untuk pemukiman jangka panjang di Bulan, area seluas beberapa kilometer persegi di kutub selatan Bulan adalah yang paling penting.

Di sanalah kedua negara percaya bahwa mereka dapat membangun kehadiran yang berkelanjutan yang akan membantu mereka mempelajari teknik untuk ekspansi lebih jauh ke Tata Surya.