Apakah penting jika China mencapai Bulan sebelum NASA kembali? Lagipula, China hanya akan mengulangi apa yang dilakukan AS pada 1969 dengan misi Apollo. Menurut Isaacman, hal itu penting.

"(Momen) itu akan mempertanyakan setiap negara lain di seluruh dunia," kata Isaacman tentang pendaratan China di Bulan.

Ia memberikan contoh, pencapaian ini akan memiliki efek domino ke segala hal. Misalnya, jaminan keamanan dunia siapa yang harus saya percayai? Haruskah saya mempercayai AS dan NATO? Haruskah saya mempercayai China jika mereka adalah kekuatan super teknologi yang sedang muncul di sini? Teknologi siapa yang harus dibeli? Perangkat keras militer siapa yang harus dibeli? Standar siapa yang harus dipatuhi? Siapa yang patut didengarkan terkait AI? Semua itu, kata Isaacman, ada dalam pertimbangan negara-negara secara global.

"Ini seharusnya tidak pernah menjadi perlombaan," kata Isaacman, seraya mencatat kegagalan kebijakan luar angkasa AS yang dimulai sejak pemerintahan Ronald Reagan.

Ia memperkirakan bahwa NASA telah menghabiskan USD 100 miliar di berbagai pemerintahan, baik Demokrat maupun Republik, yang tidak menghasilkan apa pun. Sementara itu, China baru saja melakukan penerbangan luar angkasa berawak pertamanya pada 2003 dan sejak itu telah memperluas kemampuannya hingga mencapai titik yang kini menyaingi AS di bidang luar angkasa.

"Jika Anda gagal menentukan siapa yang turun tangga lebih dulu, dampaknya akan dirasakan di seluruh dunia," kata Isaacman.