Perluasan akses tersebut juga menyasar kalangan pelajar melalui program Satu Rekening, Satu Pelajar dengan produk Simpanan Pelajar (SimPel). Melalui program ini, pelajar dapat membuka rekening dengan setoran awal mulai Rp5.000.
Program tersebut menjadi salah satu upaya OJK dalam memperluas akses layanan keuangan sejak dini. Selain menyasar kalangan pelajar, penyaluran kredit dan pembiayaan juga menjangkau masyarakat yang menjalankan berbagai jenis usaha.
Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan selama periode Agustus hingga Oktober 2026 tercatat mencapai Rp 53 triliun kepada sekitar 2,1 juta penerima manfaat. Mereka berasal dari berbagai kelompok usaha, mulai dari pengemudi ojek daring yang mengembangkan usaha warung, pedagang makanan dan pakaian, petani kopi, hingga pelaku usaha ikan nila.
Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti capaian pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Ia menilai, pembentukan TPAKD di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota merupakan pencapaian kelembagaan yang perlu diapresiasi.
"Saya mendapat laporan bahwa pada akhir tahun 2024 TPAKD telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Ini suatu pencapaian kelembagaan yang perlu kita hargai dan kita banggakan," tutur Prabowo.
"Saya menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini," tutur Prabowo.