Selain mengapresiasi pembentukan TPAKD, Prabowo juga menekankan perluasan penyaluran kredit bagi masyarakat. Ia menyebut penyaluran pembiayaan sekitar Rp 53 triliun telah menjangkau kurang lebih dua juta penerima manfaat, dan harus dikembangkan lagi.

"Kredit-kredit untuk rakyat dan kita juga akan lebih masif lagi. Tadi saya lihat ya, penyaluran kurang lebih Rp 53 triliun yang penerima manfaatnya adalah sekitar 2 juta warga kita," ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyatakan keberadaan TPAKD yang telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia sebagai capaian program yang penting bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

"Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat, ya. Dan kita juga akan lebih masif lagi. Tadi saya lihat penyaluran kurang lebih Rp 64 triliun yang penerima manfaatnya adalah sekitar 2 juta ya," ucap Presiden.

Prabowo mengatakan pemerintah juga menargetkan penyaluran Rp 400 triliun kepada petani, nelayan, serta masyarakat di pedesaan, daerah terpencil, daerah tertinggal, dan perkotaan. Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 28 juta warga.

"Saya ingin menyalurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan dan di daerah-daerah terpencil dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan. Nanti sasarannya adalah kurang lebih 28 juta warga," pungkas Prabowo.