NADIKABAR.COM — pikuk pusat kota, Banggai Kepulauan menyimpan potensi wisata yang mulai dilirik. Kekayaan laut dan keindahan alamnya menjadi bagian dari daya tarik wilayah ini.
Danau Paisu Pok menjadi salah satu destinasi wisata yang memikat banyak hati wisatawan. Berada di Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, danau ini menawarkan air yang jernih dengan panorama hutan hijau yang mengelilinginya.
Kejernihan airnya menjadi salah satu daya tarik utama Danau Paisu Pok. Bahkan, permukaan air yang tenang membuat danau ini kerap dijuluki sebagai "danau cermin".
Di balik wisata Danau Paisu Pok, tersimpan peluang ekonomi bagi warga Desa Luk Panenteng. Melihat potensi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah mendorong program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Luk Panenteng pada tahun 2023.
Lewat program Desa EKI, OJK mendorong penguatan ekonomi masyarakat Luk Panenteng melalui edukasi keuangan bagi BUMDes dan warga, serta perluasan akses lewat agen Laku Pandai dan rekening simpanan.
"Masyarakat Desa Luk Panenteng berpotensi besar untuk mengembangkan ekonominya karena ada tujuan wisata dan potensi kelautan dan pertanian juga sangat berlimpah," ujar Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra kepada NadiKabar.
"(Namun), dalam hal akses keuangan, karena daerah ini cukup jauh dari pusat perekonomian atau ibu kota provinsi, aksesnya masih terbatas. Saat ini baru ada tiga bank yang hadir di Desa Luk Panenteng dan sarana digital juga belum banyak tersedia. Kami bersama Bank Indonesia dan stakeholder lainnya, termasuk pemerintah daerah, terus mendorong perluasan akses keuangan melalui Desa EKI," imbuhnya.
Dorong Literasi Keuangan Warga Setempat
Bonny menilai potensi wisata Desa Luk Panenteng perlu dibarengi dengan pemahaman pengelolaan keuangan agar masyarakat dapat mengoptimalkan pendapatan yang diperoleh. Tahun ini, OJK kembali melakukan edukasi melalui kegiatan Edukasi Keuangan dan Prainkubasi Keuangan Masyarakat Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (KEI) di Desa Luk Panenteng, Kabupaten Banggai Kepulauan, Minggu (20/9/2026).
"Salah satu tugas dari OJK itu edukasi dan literasi. Saya sebenarnya mengharapkan semua wilayah bisa kita kunjungi. Khusus di Kabupaten Banggai Kepulauan, kami sudah pernah bikin Desa EKI sehingga kami perlu mengevaluasi kembali kegiatan yang pernah dilakukan," ucapnya.
"Harapan kami warga Desa Luk Panenteng bisa lebih memahami bagaimana pengelolaan keuangan. Kemudian bagi lembaga jasa keuangan agar bisa membuka akses lebih ke Desa Luk Panenteng karena potensinya besar," sambungnya.
Sementara itu, Duta Literasi Keuangan Media Massa OJK, Asmarandani Heryadi Putri menegaskan edukasi literasi keuangan penting karena keuangan tidak dapat dipisahkan dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Terlebih saat memberikan edukasi, Dani menemukan sebagian warga menganggap pendapatan yang mereka miliki terlalu kecil untuk diatur.
"Di daerah Banggai Kepulauan, masyarakatnya rata-rata merasa sulit mengatur keuangan karena terlalu kecil katanya untuk diatur. Tapi, saya menegaskan ke mereka bahwa mengatur uang tidak harus dimulai dengan yang besar," ucapnya.
Dani berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan secara berkelanjutan hingga mereka bisa melek terhadap finansial, termasuk dalam mengelola usaha pariwisata.
"Saya berharap edukasi literasi keuangan tidak berhenti sampai saya pulang lagi ke tempat asal. Tapi ini harus continue dan sustain di mana ini yang tadinya literasi keuangan adalah pengetahuan harus berubah menjadi kebiasaan," ungkapnya,
Wisata Desa Luk Panenteng Makin Dilirik
Wisata di Desa Luk Panenteng kini semakin dilirik. Tak hanya turis lokal, wisatawan mancanegara pun terlihat mulai berdatangan menikmati wisata alam di sini.
Berkembangnya kunjungan wisata tentunya membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, mulai dari jasa wisata, kuliner hingga penginapan.
"Dengan adanya wisata ini otomatis banyak potensi yang kita dapat. Pertama, retribusi masuk. Kemudian, jasa penyewaan alat di sini juga sudah banyak. Dan yang paling mendasar itu pemilik-pemilik lahan ini kan dapat bagi hasil. Mereka juga memperoleh keuntungan dari kegiatan wisata ini," ujar Sekretaris Desa Luk Panenteng, Sumardianto Yuan kepada NadiKabar.
"Kemudian usaha-usaha kecil menengah, UMKM, warung dan lain sebagainya mereka juga mendapat dari tingkat kunjungan wisatawan. Kemudian pemilik-pemilik homestay itu mendapatkan penghasilan dari menginapnya para wisatawan," imbuhnya.
Sumardianto yang juga Pengelola BUMDES Luk Panenteng bercerita Desa Luk Panenteng awalnya tak banyak dikenal, bahkan dulunya belum teraliri listrik. Pengelolaan wisata pun sempat terhenti pada 2020 akibat pandemi COVID-19.
Memasuki tahun 2022, pengelolaan mulai dibenahi kembali seiring pembangunan sejumlah fasilitas pendukung. Menurutnya, perkembangan infrastruktur dan kerja sama dengan OJK serta perbankan turut membuka peluang untuk mendorong digitalisasi pengelolaan wisata.
"Di tahun 2022, new normal itu udah mulai dibenahi kembali. Sistemnya itu kemarin kan masih manual. Namun, setelah adanya pembangunan fasilitas listrik, tower, yang dibantu oleh pemerintah. Kemudian, setelah adanya kerja sama dengan OJK dan bank-bank di sekitar, munculah inisiatif untuk mengarah ke digitalisasi," jelasnya.
"Saat ini, memang belum sepenuhnya digital. Kami pemerintah desa dan pemerintah daerah sedang bekerja sama dengan Bank Sulteng untuk menjadi mitra dalam hal digitalisasi, termasuk tiketnya dan lain sebagainya," sambungnya.
Kolaborasi OJK Geliatkan Ekonomi Warga
Sumardiyanto menyampaikan kolaborasi dengan OJK melalui program Desa EKI pada tahun 2023 mulai memberikan dampak bagi masyarakat Desa Luk Panenteng. Salah satunya berupa akses ke layanan perbankan yang lebih mudah lewat hadirnya agen Laku Pandai.
"Setelah kolaborasi ini terjadi, dampak pertama aksesnya mudah. Karena OJK telah bekerja sama dengan bank-bank yang ada untuk bisa memudahkan akses. Dulu, akses ke bank butuh waktu, tenaga, kemudian biaya yang tinggi," katanya.
"Selain dari itu juga meningkatkan ekonomi masyarakat karena dengan adanya kemudahan tadi pastilah dampaknya meningkatkan pendapatan masyarakat. Kemudian masyarakat sudah mulai berpikir untuk bisa menyisihkan untuk menabung," lanjutnya.
Hadirnya akses perbankan dan pembangunan infrastruktur di sektor wisata turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat Desa Luk Panenteng. Hal ini terlihat dari tingkat kunjungan wisatawan yang terus meningkat.
"Jumlah kunjungan wisatawan tahun kemarin di atas 200 ribu per tahun, itu yang terdaftar. Karena kebetulan saya juga memiliki homestay, tahun-tahun sebelumnya yang pesan itu sedikit, nah sekarang yang ditolak lebih banyak," paparnya.
Ia menilai peningkatan kunjungan wisata turut berdampak pada perekonomian masyarakat Desa Luk Panenteng. Seiring desa semakin dikenal, termasuk oleh wisatawan mancanegara, aktivitas ekonomi warga mulai berkembang dan pengelolaan keuangan menjadi lebih baik.
"Dulu tahun sebelumnya otomatis ekonominya sangat di bawah. Tapi, setelah adanya pemahaman soal keuangan yang bagus, kemudian tingkat kunjungan wisata sudah meningkat, dikenal mancanegara, ekonomi itu sudah mulai tertata dengan baik. Masyarakat juga sudah bisa berpikir yang positif, dan pemanfaatan keuangannya sudah terarah," pungkasnya.