Kegagalan fungsi perangkat Circuit Breaker (CB) saat kejadian menyebabkan gangguan merambat ke GI Sagulung hingga terlepasnya GI Tanjung Uncang sebagai tulang punggung sistem kelistrikan, yang berujung pada lepasnya seluruh sistem pembangkit secara otomatis.

"PLN Batam juga menemukan CCTV di lokasi bergeser dari posisinya pada malam sebelum kejadian, sehingga rekaman hanya mencakup 25 persen," ujar Raditya.

Ia memaparkan pemulihan kelistrikan dilakukan secara bertahap, dengan sistem kelistrikan Batam hampir pulih 100 persen pada Selasa (13/10) pukul 01.30 WIB dini hari. Sedangkan wilayah Bintan baru kembali normal sepenuhnya pada Rabu (14/10) pukul 18.30 WIB.

Sebagai bentuk tanggung jawab, PLN Batam merencanakan pemberian kompensasi tagihan listrik bulan November sebesar 10 persen untuk layanan umum dan 15-25 persen untuk layanan khusus/industri.