NADIKABAR.COM — Oplos beras SPHP menjadi premium di Jakarta Timur terkuak. Pemerintah memperkirakan kegiatan mengoplos ini telah merugikan negara sebesar Rp 3,3 miliar.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengungkap kerugian ini berdasarkan jumlah temuan beras sebanyak 600 ton di gudang yang berada di Kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Kalkulasi kerugian negara Rp 3,3 miliar dihitung mengacu pada surat penugasan tambahan kedua SPHP beras dari Bapanas kepada Perum Bulog yang terbit pada pertengahan Oktober lalu. Dalam beleid tersebut, total APBN yang disiapkan sebesar Rp 694,3 miliar untuk alokasi tambahan kedua SPHP beras sebanyak 125,8 ribu ton.

Terdapat subsidi harga per kilogramnya sekitar Rp 5.510/kg. Jika subsidi tersebut dikalikan 600 ton, maka diperoleh angka sekitar Rp 3,3 miliar. Ini menjadi besaran subsidi yang tidak tersampaikan ke masyarakat yang paling membutuhkan beras dengan harga terjangkau.