Ia juga menekankan bahwa emas bukanlah instrumen investasi jangka pendek atau alat perdagangan harian (trading). Sebab, jika diperlakukan seperti trading, investor akan selalu kalah oleh selisih harga jual kembali (buyback) dan harga beli.

"Kalau emas itu teman-teman perlakukan layaknya trading, setiap hari harga emas itu tim redaksi jual dan beli itu selalu lebih murah yang belinya. Pada saat dijual pasti akan, kalian akan kalah harga, sudah pasti," tutur Yos.

"Makanya, uang yang nanti mau ditaruh untuk investasi emas itu bukan yang nanti uang dipakai untuk dana darurat. Tapi emas dipakai untuk kondisi darurat, iya. Tapi uang yang dipakai jangan kemudian besok 'wah mendadak harus saya ambil lagi'. Itu sudah pasti kalah," tambahnya.