Untuk pembangunan proyek, Dangote memberikan kontrak rekayasa senilai US$ 450 juta kepada Engineers India Limited. Sementara itu, Honeywell Technologies akan memberikan dukungan teknologi.
Dangote mengatakan, proyek tersebut akan menciptakan kemandirian energi di wilayah yang membentang dari Ethiopia hingga Mozambik dengan menggantikan impor produk olahan minyak, kata Dangote. Dangote mengatakan kilang tersebut juga akan menargetkan ekspor bahan bakar jet ke pasar Eropa dan Inggris.
"Kami sedang membuka babak baru dalam perjalanan industrialisasi Afrika menuju masa depan yang lebih cerah," ujarnya dikutip dari Reuters, Senin (5/10/2026).
Kilang akan ditopang pembangkit listrik berkapasitas 1.000 megawatt yang dibangun dalam kompleks yang sama. Kelebihan listrik dari pembangkit tersebut akan dijual kepada pelanggan lain.