Pertama, orang tua sebaiknya menunjukkan ketertarikan tanpa langsung menghakimi dan membangun komunikasi terbuka terhadap aktivitas digital anak. Dengan mengusung sikap tanpa menghakimi, anak dapat merasa lebih aman untuk bercerita, termasuk ketika mengalami pengalaman tidak menyenangkan.

"Tujuannya adalah untuk mengenali permainan yang dimainkan anak, memahami daya tariknya, mengetahui dengan siapa anak berinteraksi dan membicarakan pengalaman bermainnya," ujarnya.

Kemudian, orang tua harus menerapkan batasan bermain secara konsisten dan sesuai usia, antara lain jenis permainan, waktu bermain, fitur komunikasi, dan transaksi dalam permainan. Libatkan anak dalam menyusun kesepakatan bermain sesuai usia dan tingkat kematangannya. Dimaksudkan agar anak juga semakin mampu mengembangkan kemampuan mengelola ataupun mengatur dirinya sendiri.