NADIKABAR.COM — Orkes, perusahaan penyedia platform orkestrasi enterprise yang didirikan oleh para pencipta Netflix Conductor, menunjuk PT Deltadata Mandiri sebagai mitra di Asia Tenggara. Melalui kemitraan ini, Deltadata akan mendukung kegiatan pra-penjualan, implementasi, dan layanan dukungan Orkes Conductor di kawasan tersebut.
Kerja sama ini dilakukan di tengah meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di lingkungan perusahaan. Sejumlah sektor, mulai dari perbankan dan energi hingga lembaga pemerintah, mulai membawa alur kerja berbasis agentic dan AI agents dari tahap uji coba ke penerapan operasional.
Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan sebagai asisten untuk membantu pekerjaan, kini AI agents mulai diarahkan untuk menjalankan tugas yang lebih kompleks. Tugas tersebut antara lain membuka akun, merekonsiliasi pembayaran, melakukan triase insiden, hingga mengarahkan permintaan pengadaan.
Untuk menjalankan tugas-tugas tersebut, AI agents membutuhkan akses ke sistem pencatatan utama perusahaan (system of record). Karena itu, perusahaan perlu memastikan setiap tindakan AI dapat dipantau, dikelola, dan diaudit.
Perusahaan juga perlu mengatur tahapan kerja AI, menentukan kapan manusia harus dilibatkan, serta menyiapkan mekanisme untuk menangani kegagalan proses. Dengan demikian, penerapan AI tidak hanya bergantung pada model yang digunakan, tetapi juga pada sistem yang mengatur pelaksanaannya.
Chief Executive Officer Orkes, Jeu George mengatakan banyak perusahaan telah memiliki AI agents yang berfungsi saat demonstrasi. Namun, belum banyak yang siap mempercayakan tugas-tugas penting kepada teknologi tersebut dalam operasional sehari-hari.
"Hampir setiap enterprise yang kami temui memiliki agent yang berfungsi dalam demo. Sangat sedikit yang memiliki agent yang mereka percayai untuk menangani pelanggan nyata, pembayaran nyata, atau persetujuan nyata," kata Jeu George dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).