Ia menjelaskan tantangan utama bukan hanya terletak pada model AI yang digunakan, tetapi juga pada sistem pendukung yang mengatur proses kerja, persetujuan, dan pencatatan aktivitas AI.
"Yang biasanya kurang bukanlah modelnya. Melainkan segala sesuatu di sekitarnya: apa yang terjadi ketika suatu langkah gagal, siapa yang menandatangani apa, dan apakah Anda dapat menunjukkan kepada regulator secara tepat apa yang dilakukan oleh agent. Kami membangun Conductor di NeVlix untuk menjaga sistem kompleks tetap andal pada skala yang sangat besar, dan agents membutuhkan disiplin yang sama," ujarnya.
Menurut Jeu, Asia Tenggara menjadi kawasan dengan perkembangan AI yang cepat, termasuk di industri yang memiliki regulasi ketat dan beroperasi di berbagai entitas serta pasar.
"Asia Tenggara bergerak cepat dalam AI, sering kali di industri yang sangat teregulasi dan di banyak entitas serta pasar sekaligus. Deltadata memahami lingkungan tersebut dari dalam, sehingga mereka adalah mitra yang tepat untuk membawa pekerjaan agentic ke produksi di sini," imbuhnya.
Orkes Conductor dirancang untuk mengorkestrasi AI agents, manusia, API, dan sistem yang telah digunakan perusahaan dalam satu alur kerja yang berkelanjutan. Platform ini mencatat setiap tahapan proses, mempertahankan status pekerjaan ketika terjadi kegagalan atau saat menunggu persetujuan manusia, serta memungkinkan proses dilanjutkan dari titik terakhir.
Dengan mekanisme tersebut, perusahaan dapat memberikan tugas operasional kepada AI agents sekaligus mempertahankan kendali atas proses yang dijalankan.