Chief Executive Officer PT Deltadata Mandiri, Steven Law mengatakan, kebutuhan klien terhadap AI juga mengalami perubahan. Menurutnya, perusahaan kini lebih banyak mencari cara untuk menerapkan AI agents dalam operasional tanpa kehilangan kendali.
"Dua tahun lalu, klien kami bertanya apakah AI agents sudah siap. Sekarang mereka bertanya bagaimana cara memasukkannya ke produksi tanpa kehilangan kendali," kata Steven Law.
Ia menggambarkan penerapan orkestrasi AI dalam proses perbankan. AI agents dapat membantu menyiapkan berkas pinjaman, kemudian petugas kredit melakukan peninjauan, sementara tiga anak perusahaan memberikan persetujuan secara paralel. Setiap tahapan proses tersebut tercatat.
"Bayangkan sebuah bank di Jakarta di mana sebuah agent menyiapkan berkas pinjaman, seorang credit officer meninjau, dan tiga anak perusahaan menandatangani secara paralel, dengan setiap langkah tercatat," ujarnya.
Steven menilai orkestrasi menjadi salah satu keputusan arsitektur penting bagi perusahaan seiring dengan meningkatnya penggunaan AI agents dalam kegiatan operasional.
"Itulah yang dibangun Orkes, dan telah terbukti pada volume yang dijalankan klien kami, yaitu jutaan transaksi. Orkestrasi dengan cepat menjadi salah satu keputusan arsitektur terpenting yang dibuat oleh enterprise, dan kami ingin klien kami mendapatkannya dengan benar sejak pertama kali," pungkasnya.