"458 hektare itu adalah area yang terdampak. Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar. Yang terbakar sebenarnya kurang dari itu karena merupakan titik-titik api," jelas Danis.
Berdasarkan hasil penanganan selama beberapa hari terakhir, titik-titik api di sejumlah lokasi tersebut telah jauh berkurang. Dua lokasi yang menjadi perhatian utama saat ini berada di Bukit Tengkorak dan wilayah Wonotirto.
Pada Selasa pagi, tim juga kembali menemukan titik api di Tol Balikpapan-Samarinda KM 31. Titik tersebut segera ditangani oleh tim gabungan yang terdiri atas Otorita IKN, TNI, Polri, dan Jasa Marga. Penanganan dari udara juga dilakukan melalui water bombing oleh TNI AU.
Upaya penanganan karhutla di IKN dilakukan secara terpadu melalui pemadaman dari darat dan udara. Dari sisi darat, Otorita IKN bekerja bersama TNI, Polri, Babinsa, masyarakat, serta sejumlah pihak lainnya untuk menangani titik-titik yang dapat dijangkau melalui jalur darat.
Sementara itu, water bombing digunakan untuk menjangkau area yang sulit diakses oleh tim darat. Upaya tersebut dilakukan dengan dukungan BNPB, TNI, dan BMKG, tim redaksi lain di kawasan Bukit Tengkorak dan sejumlah titik di Bukit Merdeka.
"Terutama di area-area yang tidak bisa dicapai melalui jalur darat. Misalnya di daerah Bukit Tengkorak, ada beberapa area yang hanya bisa dicapai dengan water bombing. Kemudian di beberapa titik di Bukit Merdeka juga kita lakukan water bombing," ujar Danis.